El Dorado Zaman Modern

Oleh Karlina

Homes stand in the town of Karratha in the Pilbara region of Western Australia

Homes stand in the town of Karratha in the Pilbara region of Western Australia

Lucille Lievaux(25), wanita asal Perancis yang berprofesi sebagai geolog, bekerja mondar-mandir sejauh 1.300 kilometer dari Perth ke kota Karatha. Dalam bahasa Aborigin, Karratha berarti Negara yang baik. Kotaini terletak di barat daya Perth.

Lievaux awalnya hanya sebagai turis. Namun, kebutuhan Australia akan tenaga geolog membuatnya bertahan dengan gaji sekitar 5.000 dollar Australia per bulan. “Australia sama seperti El Dorado,” katanya, merujuk pada tambang emas di AS yang beberapa ratus tahun lalu membuat warga penemu kaya mendadak. “Amat mudah mendapatkan pekerjaan di sini.”

Hebatnya, gaji yang diterima Lievaux di dunia pertambang yang sedang booming tidak tergolong spektakuler. Seorang tenaga pengawas di perusahaan pertambangan bisa meraih lebih dari 200.000 dollar Australia per tahun atau lebih tinggai dari gaji Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke.

Gaji seorang supir truk juga bisa mencapai enam angka. Seorang pekerja konstruksi bisa meraih 150.000 dollar Australia per tahun, lebih banyak dari gaji seorang dokter atau pengacara. “Anda akan mudah menemukan seorang perempuan pembersih toilet dengan gaji 100.000 dollar Australia per tahun,” kata Tracy Reis (42), karyawan biro perjalanan di Karratha.

Australia hanya berpenduduk 22 juta jiwa. Negara ini memiliki bisnis pertambangan yang sangat dibutuhkan perekonomia Asia. Keberadaan warga Australia sendiri tidak cukup untuk memenui permintaan tenaga kerja. Proyek pertambangan memproyeksikan investasi sebesar 400 miliar dollar AS dan membutuhkan 70.000 pekerja hingga lima tahun mendatang, sebagaimana diperkirakan pemerintah.

Sektor konstruksi juga diproyeksikan membutuhkan 196.000 pekerja dalam periode yang sama. Sector konstruksi ini terkait dengan sector pertambangan.

Australia kekurangan tenaga kerja, bukan saja untuk kategori pekerjaan kasar. Namun, Australia tidak seperti Singapura atau Dubai yang membuka pintu bagi pekerja asing. Para ekonom mengatakan, Australia membatasi kehadiran pekerja asing.

Miliuner pertambangan Australis, Gina Rinehart, menegaskan, Australia harus mengubah system. “Australia membutuhkan pekerja tamu,” kata warga terkaya Australia itu yang memiliki kekayaan lebih dari 10 milliar dollar Australia.

Bisa Bahasa Inggris

Rinehart adalah ketua Hancock Prospecting Pty Ltd dan putrid almarhum perndiri Lang Hancock, yang memulai tambah bijih besi decade 1950-an dan 1960-an.

“Australia tidak saja membutuhkan pekerja berketrampilan, tetapi juga pekerja kasar, pekerja tamu, dan pekerja konstruksi. Australia harus meniru Singapura yang memperbolhkan pekerja asing walau sebagian tidak diperbolehkan tinggal menetap,” katanya.

Namun, politis Australia terkadang picik dan anti-asing. Paul Howes, pemimpin serikat pekerja dan termasuk berpengaruh di Partai Buruh Australia, belum lama ini mengecam kedatangan pekerja berupah murah asal Filipina.

“Kita tidak bisa menerima begitu saja keberadaan pekerja murah untuk berkarya di daerah terpencil di Australia,” kata Howes Kepala Australian Workers Union (AWU).

Sikap seperti ini menyulitkan perusahaan, Jared Fitzclarence, pemilik Karaatha Aluminium Welding, mengatakan amat sulit mendapatkan pekerja yang diperlukan. Dia kesulitan mendapatkan warga local untuk bekerja di perusahaannya. Akhirnya dia hanya bisa mendapatkan karyawan pendatang asal Banglades, yang kebetulan pekerja keras.

“Kami amat kesulitan mendapatkan pekerja yang bebas narkoba. Ini tidak saja terjadi di Karratha, tetapi juga di berbagai lokasi yang membutuhkan pekerja baik,” kata Fitzclarence.

Dia menyetujui jika pekerja asing diizinkan untuk lebih leluasa memasuki Australia. “Apalagi jikga pekerja asing itu bisa berbahasa Inggris,” katanya.

This entry was posted in Perjalanan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s