Transportasi

Pelajaran Menghargai Kereta Api dari Perancis

Disadur oleh Karlina, teks asli oleh Herpin Dewanto Putrotgv-trains

PERANCIS boleh dikatakan sebagai negara yang begitu menghargai kereta api sebagai mdoa transportasi yang efektif. Berkat kereta api, peta Perancis seolah mengerut, menjadikan setiap sudut daerah di negara itu terasa semakin dekat karena dapat dijangkau dengan cepat, mudah, aman, dan nyaman.

Itulah salah satu alasan SCNF – merupakan perusahaan kereta api yang mengoperasikan 15.000 kereta api per hari di atas 30.000 km rel dan mengangkut 3 juta orang per hari – sebanyak 800 kereta api diantaranya merupakan kereta api cepat (TGVTrain a Grande Vitesse) yang memiliki kecepatan maksimal 320 km per jam. Kereta api konvensional berkecepatan rata-rata 100 km per jam.

Bahkan pada tahun 2007, kereta jenis TGV ini mampu memecahkan rekor dunia karena melesat dengan kecepatan hingga 574,8 km per jam. TGV pun menjadi jagoan Perancis untuk menyaingi negara-negara pengembang kereta api cepat lainnya terutama Jepang yang telah memiliki kereta peluru, shinkansen.

Kereta TGV, karena factor kecepatannya, menjadi alat bagi SCNF untuk menjangkau beberapa negara tetangga di Benua Ropa. TGV telah berjasa menghubungkan Perancis antara lain dengan Inggris, Belanda, Belgia, Spanyol, Jerman, dan Swiss. Dalam hal ini, SCNF bekerja sama dengan operator kereta api di setiap negara yang bersangkutan. Bukan tidak mungkin, ke depan hampir seluruh negara di Eropa dapat terhubung oleh kereta api.

Serombongan orang Indonesia juga berkesempatan menjajal kereta TGV yang melaju dari Le Mans menuju ke Paris. Dan memang benar, kedau kota di Perancis yang berjarak sekitar 200 km itu dapat ditempuh hanya dalam 56 menit.

Selain factor kecepatan, factor keamanan dan kenyamanan juga terlihat selama perjalanan itu. rel yang dilalui kereta TGV ini selalu terlihat steril, yaitu terlindung pagar besi atau pepohonan. Sama sekali tidak tampak ada pelintasan sebidang, atau gubuk-gubuk liar dan area pkl di sepanjang rel  sehingga kereta leluasa melaju kencang. Ya memang seharusnya seperti ini rel kereta api itu.

sebuah pusat pengendalian kereta api yagn memperkerjakan 100 staf secara bergiliran juga bertugas mengatur lalu lintas kereta api dan mencegah kecelakaan. Jika ada gangguan, ruang pusat pengendali ini akan sibuk. Mereka berlomba dengan waktu untuk mencari solusi yang paling cepat.

Untuk masalah kenyamanan, di setiap gerbong memiliki jarak antar kursi yang cukup lega. Setiap kursi juga memiliki meja lipat lengkap dengnastop kontak listrik dan lampu baca. Di dalam kereta TGV ini banyak penumpang yagn menghabiskan waktu perjalanan dengna membuka komputer jinjing mereka dan menyalakannya untuk mengetik, menonton film, membaca, atau sekadar mendengarkan lagu.

Memanjakan Penumpang

tgv-trainPara penumpang kereta api di Perancis ini sangat dimanjakan dengan kemudahan, mulai dari tiket, penumpang dapat memberlinya secara daring (online), melalui loket di stasiun, atau melalui mesin penjual tiket yang banyak dipaang di setiap stasiun. Setelah terbeli, tiket itu harus divalidasi dengan cara memasukannya di sebuah mesin yang juga banyak terpasang di stasiun.

Dalam hal menunggu kereta yang tiba ataupun berangkat, penumpang cukup menengok kea rah monitor-monitor yang ada di stasiun. Bahkan, jika sedang makan di restoran di dalam stasiun, penumpang tidak khawatir tertinggal kereta karena restoran itu juga memasang monitor informasi keberangkatan kereta.

Satu hal lagi yang membuat perkeretapian di Perancis sangat memanjakan para penumpang adalah intermodalitasnya atau perpindahan antarmoda transportasi yang mudah dan lengkap. Intermodalitas yang tinggi dan solid terutama diterapkan di Paris.

Di ibu kota Perancis ini sudah terbangun jaringan transportasi yang saling terhubung antara bus, kereta bawah tanah otomatis ata utanap masinis yang disebut metro, kereta api, dan pesawat terbagn. Dengan kata lain, kendaraan pribadi bisa ditinggalkan di rumah jika akan menjelajahi jalur transportasi ini melalui brosur panduan perjalanan yang bisa didapat di stasiun, bandara, atau pusat informasi wisata.

Semua stasiun kereta api di Paris sudah terhubung dengan stasiun metro atau halte bus. Tiket metro dan bus dapat dibeli melalui mesin penjaja di setiap stasiun metro atau di loket resmi yagn ada di stasiun tertentu. Untuk menaiki metro, tiket ini cukup digesekan atau dimasukkan ke dalam mesin di pintu masuk stasiun. Setiap bus juga memiliki mesin pembaca tiket ini.

Metro yang dikelola oleh Transportasi Otomatis Paris (RATP) memiliki 14 jalur yang saling bersinggungan. Setidaknya butuh dua hari bagi orang yang baru pertama kali menaiki metro untuk memahami peta ke-14 jalur yang tampak ruwer ini. Namun, begitu menguasai jalur-jalur metro ini, kota Paris jadi terasa sempit.

Dukungan Penuh

Analis produksi SNCF, mengatakan, layanan kereta api di Perancis berkembang pesat karena bidang transportasi menjadi perhatian utama pemerintah dan swasta. “Prinsipnya jika transportasi bagus, perekonomian akan bagus. Kami butuh ekonomi yang bagus,” katanya.

Paris, misalnya memiliki STIF (Syndicat des Transports d’lle-deFrance) atau semacam dewan transportasi yang mengoordinasi semua operator transportasi. Badan yang dipegan orang-orang yagn ditunjuk pemerintah itu memiliki wewenang untuk memutuskan mengenai pelayanan kereta, jadwal, frekuensi kereta, dan tariff.

Dalam kerja samanya dengan SCNF, STIF menyumbangkan kontribusi sebesar 1,7 miliar euro atau hampir 21,5 triliun rupiah per tahun. SCNF per tahun hanya dapat menghasilkan 1,1 miliar euro dari tiket.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s