6 Most Favorite Destination In Asia

Abel Tasman National Park - New ZealandBy Karlina

“Dunia ini ibarat  buku, dan mereka yang tidak berpergian hanya membaca satu halamannya.” –St. Augustine.

Semangat untuk membaca buku seutuhnya membuat Vira Zoelfikar berusaha sebisa mungkin menjelajah ke mana pun. Ia rela menjalaninya dengan hemat alias traveling with budget, asalkan semakin banyak hal menarik di dunia ini yang bisa dilihat dan alami. Berikut ini beberapa  kisah dan tips dari pengalaman berpergian ala budget di beberapa negara Asia, yang bisa dijadikan referensi bagi anda yang baru mau mencoba berpergian dengan cara ini.

Singapura Dan Malaysia

Singapura,Kualumpur, Malaka, Penang. Trotoar terawat dan udara Singapura yang cukup bersih membuat kita nyaman berjalan kaki keliling kota. Selain merupakan cara hemat untuk menikmati panorama, dengan berjalan kaki biasanya kita menemukan banyak objek menarik untuk difoto. Sedangkan lokasi-lokasi wajib untuk berfoto di sana misalnya di Merlion Park, gedung Esplanade, Raffles Hotel, Clarke Quay, dan tentu saja Orchad Road. Anda yang memiliki dana lebih dapat berkunjung ke dua lokasi wisata favorit baru yaitu Universal Studios di Pulau Sentosa dan Marina Bay Sands dengan Skypark-nya yang spektakuler.

Turis Indonesia yang ke Singapura biasanya tak lepas dari belanja di Orchad Road. Pilihan belanja yang lebih murah misalnya di Mustafa (Little India), Bugis Market, dan Bras Basah untuk buku baru dan bekas. Anda yang tertarik mempelajari budaya dapat berkunjung ke museum, di antaranya Asian Civilization Museum di tepi Singapore River (htm S$8 per orang), Mint Museum of Toys (S$10 per orang), dan Singapore Art Museum di Baras Bash yang gratis setiap Jumat malam. Jangan bayangkan suasana suram dan terbengkalai seperti kebanyakan museum di Indonesia, karena di Singapura umumnya museum tertata dan terawat dengan baik.

Di Kuala Lumpur, menara kembar Petronas di kompleks Suria KLCC telah menjadi lokasi foto wajib hampir setiap turis yang datang ke ibukota Malaysia ini. Kalau anda mau naik ke jembatan yang menghubungi kedua menari ini, siap-siap untuk antri dari jam tujuh pagi di hari-hari yang ditentukan. Kompleks ini juga gampang diakses karena terletak di atas salah satu stasiun Putra LRT. Sightseeing di Kuala Lumpur bisa meliputi area Asian Heritage Row yang juga memberi beberapa pilihan tempat makan, dan Dataran Mereka yang cantik dengan gedung-gedung tua, air mancur, dan tata lampur yang cantik di malam hari. Lalu di jalan Bukit Bintang, toko, mall, restoran, dan money changer bertebaran di seputarnya. Jika ingin rehat sejenak dari kehidupan kota, pusta hiburan Genting Highland dapat anda tuju.

Selain Kuala Lumpur, kota-kota yang pernah saya kunjungi di Malaysia adalah Malaka dan Georgetown. Keduanya bisa dicapai dengna bus dari Kualu Lumpur Bus KL-Malaka-KL dengan tarif sekitar 20RM untuk bis dengan kondisi baik dan ber-AC. Georgetown, ibukota propinsi Penang, bahkan bisa dicapai naik pesawat langsung dari Jakarta atau Medan. Tinggal tunggu saja kapan ada promo tiket kalau mau mendapatkan harga super murah. Penang sudah cukup dikenal tentang pelayanan medik yang berkualitas di kalangan penduduk Indonesia. Selain itu, mungkin anda juga pernah mendengar tentang penang laksa. Mi kari khas Penang ini paling sedap dicicipi di salah satu tenda pasa malam Gurney Drive, atau di kompleks Makanan Medan Renong yang berbatas dengan Selat Penang. Seperti halnya Malaka, Penang juga dinobatkan sebagai UNESCO World Heritage karena banyaknya peninggalan kuno berupa ruko, kuil, rumah, gereja, masjid, dan bangunan-banguna kolonial. Di Georgetown banyak terdapat hotel kecil dengan suasana peranakan China dan fasilitas modern seperti wifi, antara lain Red Inn dan Old Penang Guesthouse.

Salah satu pusat keramaian Malaka terletak di Jonker Street. Di sana banyak hotel kecil, restoran, serta gedung-gedung ala peranakan china berwarna-warni yang menjadi daya tarik tersendiri. Di malam hari akhir pekan, Jonker Street berubah menjadi night market murah meriah dan kendaraan bermotor dilarang masuk.

Kehidupan di berbagai bar sekitar Jonker Street pun semakin larut malam semakin hidup. Objek wisata lain yang menarik di Malaka misalnya gereja merah Christ Church warisan masa kolonial Belanda, gereja Saint Paul peninggalan Portugis, dan reruntuhan benteng A Famosa. Kita juga bisa mengetahui lebih jauh tentang sejarah Malaka dengan berkunjung ke Stadhueys dan Baba And Nyonya Peranakan Museum.

Dalam memilih penginapan, faktor lokasi sangat penting. Kalau hotel terletak jauh dari lokasi-lokasi tujuan, bisa-bisa biaya habus untuk bayar taksi. Singapura lebih baik dalam hal ini karena onkgos taksi selalu sesuai argometer, tapi taksi di Kuala Lumpur kadang main tembak harga. Di kota-kota dengan sistem transportasi umum yang rapi dan nyaman, pilih saja hotel yang dekat dengan stasiun  kereta dalam kota (MRT di Singapura, atau KL Monorail, Putra LRT, dan Star LRT di Kuala Lumpur), kereta-kereta ini dijaga kebersihannya dan menembus jarak dengan cepat. Bahkan jika ingin lebih menghemat lagi, kta bisa membeli tiket terusan yang total harganya lebih mruah daripada tiket satuan.

Selain faktor lokasi, memesan kamar jauh-jauh hari juga bisa menghemat biaya. Beberapa hotel, seperti Tune Hotel di KL, memakai sistem ‘makin cepat makin murah’. Hangout Hotel Singapura (dan juga ada di Malaka, Malaysia) menyediakan kamar dorm, yaitu berbagi kamar dan kamar mandi dengan tamu-tamu lain, selain kamar privat. Dorm biasanya dibagi untuk khusus wanita dan khusus pria. Masih banyak lagi pilihan htel atau hostel lainya, anmun memang harga kamar di Singapura pad umumnya tidak semurah di Malaysia.

Vietnam

Hanoi, Hue, Ho Chi Minh City

Tujuan utama saya ke Hanoi adalah Ha Long Bay. Teluk dengan pemandangan dramatis ini berjarak hanya beberapa jam perjalanan mobil dari Hanoi. Namun saat saya di sana terjadi badai di sekitar Ha Long Bay, sehingga turis dilarang datang untuk alasan keamanan. Kecewa? Pasti. Namun saya cukup  terhibur dengan banyaknya objek menarik di kota Hanoi.

Kebanyakan backpacker menetap di area Old Quarter. Hotel-hotel sederhana berbentuk ruko-biasanya dilengkapi internet gratis-berjajar di area ini di antara toko-toko da nkedai-kedai makan. Di sini pula terletak Danau Hoan Kim. Di tengah cuaca kota yang kala itu sejuk berangin, asyik sekali duduk di tepi danau dan memperhatikan kebiasaan nongkrong masyarakat setempat-dan ini bukan kata kiasan, mereka benar-benar nongkrong. Selain itu, kita juga bisa melihat-lihat kuil di tengah danau Hoan Kim atau berinteraksi  dengan para pedagang suvernir.

Menyebrang dari danau, kemudian saya menonton pertunjukkan water puppets yang diadakan di Thang Long Puppet Theatre tiap hari. Pertunjukkan ini mulanya hiburan persembahan para petani untuk raja mereka. Tiket saya kelas VIP, tapi Cuma seharga 60.000VND (Vietnam Dong) yang artinya sekitar Rp.30.000. gedung dan kursinya? Nyaman! Di ibukota Vietnam ini kita bisa mempelajari sejarah negaranya lewat Museum Ho Chi Minh dengan HTM 15.000VND. di dalam kompleks museum terdapat One Pillar Pagoda, yaitu kuil agama Budah sejak abad ke-11. kuil ini berukura nkecil, tapi unik karean berdiri di atas satu pilar di tengah kolam. Berjalan tak jauh dari pagoda, sampailah saya di perlataran Ho Chi Minh Mausoleum, bangunan berisi makam  Ho Chi Minh yang merupakan tokoh terpenting dalam sejarah Vietnam. Sayangnya, saat ke sana mausoleum ini sedang dipugar, sehingga saya Cuma bisa melihat bangunannya dari luar.

Soal makanan, saya selalu makan malam di Quan AN Ngonh. Restoran semacam pujasera ini menyajikan makanan variatif khas Vietnam, seperti  Pho Ga (mie ayam) dan Goi Cuon (lumpia) yang kita racik sendiri takaran bihun daging, dan sayurannya.

Hue, kota yang dulu merupakan ibukota kerajaan Vietnam, terletak diantara dua kota terbesar Hano dan Ho Chi Minh City. Naik kereta dari hanoi ke Hue makan waktu sekitar 12 jam, tapi eprjalanan terasa cepat karena saya tertidur nyenyak di tempat tidur kereta yang bermatras tipis, nyaris keras. Kereta malam banyak dipilih turis karena selain lebih murah daripada tiket pesawat, kita bisa menghemat biaya hotel dengan tidur di kereta. Tiket bisa dibeli lewat internet, di hotel atau di stasiun.

Lokasi wisata utama Hue adalah Citadel, istana kerajaan yang sudah berdiri sejak dua abad yang lalu, dan kini sudah banyak bagian yang rusak atau sedang dipugar. Jika ingin lebih mengerti sejarah istana ini, ada baiknya anda menyewa jasa guide, atau meriset keterangannya di internet sebelum pergi ke sana. HTM ke Citadel ini sendiri 55.000VND, dan sediakan uang sekitar 100.000VND untuk naik cylo (semacam becak tapi bermotor dan Cuma muat satu penumpang) menuju Citadel dan kembali ke hotel.

Sisi metroplitan Vietnam dapat anda temukan di Ho Chi Minh City. Seperti City Hall atau Kantor Pos Besar di Ho Chi Minh City. Di sini lebih banyak gedung modern, jalan lebar, dan kafe-kafe trendi dibandingkan dua kota sebelumnya. Area turis backpacker berpusat di District 1. waktu itu sya menginap di My My Arthouse seharga USD 24 untuk kamar tiga orang, termasuk fasilitas internet di lobi dan wifi. Berjalan 5 menit saja dari hotel saya sudah sampai di deretan agen wisata. Paket tur yang sya ambil, seperti hampir semua turis yang ke Ho Chi Minh City, adalah Cu Chi Tunnel dan Mekong Delta.

Cu Chi Tunnel adalah lorong bawah tanah yang dibuat oleh para Vietcong untuk bersembunyi dari pasukan Amerika Serikat saat Perang Vietnam. Dari kota, perjalanan naik bus ber-AC memakan waktu 1 jam, dan kami sempat mampir dip usat kerajinan lacquer ware yang mengkaryakan par korban cacat akibat pengaruh senjata kimia saat perang. Harga produk-produknya memang lebih mahal dibandingkan di pasar Ben Tanh, tapi kualitasnya terlihat lebih bagus. Tur Cu Chi Tunnel dibuka dari pagi hingga sore. HTM ke lokasi adala h75.000 VND. Di loksi perang it kita bisa masuk ke lorong bawah tanah, manaiki tank bkeas perang, menonton film dokumentasi sejarah, dan yang paling seru menembakan senjata dengan peluru sungguhan ke papan target (dengan biaya tambahan untuk peluru). Tur yang dipandu oleh Delta Tour ini seharga kurang dari USD 10 per orang, dengan pemandu yang lancar berbahasa Inggeris tapi dala maksen Vietnam yang kental.

Tur Mekong Delta memberi pilihan menginap di kapal, tapi saya mengambil tur sehari saja karena waktu yang tak memungkinkan. Tur ini pun tak lebih dari USD 10 per orang. selain mengarungi sungai Mekong dengan perahu dan sampan, kita juga dikenalkan pada kehidupan tradisional masyarakat.

Walaupun terkesan komersil, tur ini sepertinya disukai para turis asing yang mungkin belum pernah melihat proses pembuatan santan kelapa, makan nanas, atau mengalungkan ular besar di pundaknya-oh, kalu yang ini saya pun memilih untuk jadi penonton saja.

Kamboja

Siem Reap – Phom Penh

Biasanya perjalanan ke Vietnam serangkai dengan Kamboja karena posisi geografisnya yang bersebelahan. Sebagai orang Indonesia, kita tak perlu visa untuk masuk ke Vietnam, tapi perlu visa untuk masuk kamboja. Visa On Arrival bisa diatur oleh agen bus yang membawa kita menyeberangi perbatasan, harganya sekitar USD 25.

Bekat adanya kompleks Angkor Wat, Siem Reap menjadi pusat pariwisata di Kamboja. Naik bus 12 jam dari Ho Chi Minh City, saya tiba di Siem Reap sekiat jam 7 malam. 12 jam kedengarannya lama sekali, tapi entah kenapa saya merasa senang di jalan, walaupun kondisi bus sudah agak jelek dan pemandangan pun tidak istimewa, mirip di Jawa. Sepertinya rasa exicted tentang perjalanan ini mengalahkan segalanya.

Golden Temple Villa adalah penginapan terbaik saya sepanjang trip Vietnam dan Kamboja. Desainya etnik, suasana hangat, dan haraga kamar hanya USD 23 untuk tiga orang sudah termasuk pijat gratis ala Khmer selama 20 menit. Hotel ini satu grup dengan Temple Balcony, sebuah bar atau restoran di Pub Street yagn menampilkan tarian Apsara khas Kamboja setiap malam.

Highlight wisata di Siem Reap tentu saja adalah Angkor Wat. Saya mengambil tur satu hari saja seharga USD 20 plus seorang pemandu dan tuktuk yang sudah diatur dari hotel. Kompleks Angkor Wat amat sangat luas sehingga turis biasa berkeliling di dalamnya dengan tuktuk. Tur saya pun ditambah biaya USD 5 demi bisa berangkat subuh untuk melihat matahri terbit de sela-sela bangunan batu Angkor Wat. Sebagian harga-harga ini menjadi murah karena dibagi tiga dengan teman-teman, seprti harga tuktuk dan pemandu.

Seharian di Angkor Wat rasanya membuat badan sehat karena harus banyak berjalan dan otomatis berkeringat dala mcuaca panas dan lembab. Apalagi banyak tangga kuil yang kita naiki da nsebagian anak tangganya cukup curam. Bagian paling berkesan buat saya adalah Kuil Ta Prhom yang menjadi lokasi syuting Tomb Raider, lengkap dengan akar pohon raksasa yang telah berusia ratusan tahun menyeruak menembus bangunan batu yang kokoh.

Posisi Phnom Penh terletak di tengah-tengah antara Ho Chi Minh City dan Siem Reap, yaitu naik bus selama 6 jam dari masing-masing arah. Ibukota Kamboja ini sekilas terlihat seperti Jakarta dua dekade lalu, terlihat dari gambar iklan di bilboard hingga suasana kotanya. Begitu sampai di Phonm Penh menjelang sore, saya bergegas ke The Royal Palace yang tutup sekitar jam lima sore. Istana ini tempati para raja Kamboja sejak abad ke-19 dan sempat ditinggalkan saat adanya gejolak Khmer Merah. Lokasinya berhadapan dengn sungai Tonle sap, dekat National Museum of Cambodia serta deretan restoran, hotel, dan toko. Penginapan saya, Noura Guesthouse, hanya sekitar 10 menti berjalan kaki dari istana. Itulah enaknya kalau menginap di tempat yang dekat dengan lokasi wisata, kita tak usah keluar uang untuk transportasi.

Di hari kedua, agenda saya adalah naik tuktuk ke Tuol Sleng Genocide Museum. Ini adalah gedung sekolah yang kemudian digunakan Khmer Merah sebagai penjara, tempat penyiksaan, dan pembunuhan. Suasana museum sangat suram dan menyedihkan. Sebagian ruang kelas kini menjadi ruang pameran foto para korban, alat-alat penyiksaan, dan beberapa bilik bekas penyekapan yang sangat sempit untuk puluhan orang di dalamnya. Kekejaman Pol Pot sangat terasa mencekam, dan pengunjung pun dihimbau agar tidak bersuara keras atau tertawa di sini. Suasana kelam sangat terasa di lokasi ini.

Thailand

Bangkok-Phuket-Ayyutahya-Chiangmai

Negara ini adalah surganya turis backpacker. Fasilitas pariwisatanya sudah lengkap dan banyak sekali pilihan, mulai dari hotel, hostel, objek wisata, hiburan malam, kedai makan, hingga pusat perbelanjaan. Sistem transportasi umumnya pun sudah rapi, terutama Bangkok dengan BTS (monorail) dan MRT (bawah tanah). Kalau mau lebih bertualang, silahkan naik bus, asalkan tahu ke mana jurusannya dan lewat jalan mana saja. Naik bus di sini memang agak repot kalau ktia tidak mengerti bahasa Thailand.

Namun saya biasanya menginap di hostel-hostel sekitar area Sukhuwit, dan saya memilih yang maksimal 10 menit jalan kaki dari terminal BTS terdekat. Biaya per malam bisa hanya sekitar Rp.100.000 per orang, sudah termasuk sarapan sederhana. Kalau mau menyiapkan sarapan sendiri seprti mie instan atau sandwich pun tinggal jalan sedikit ke mini market, karena bisa dibilang setiap langkah kita ketemu mini market di Bangkok.

Tujuan wisata yang umum didatangi adalah Grand Palace dan kompleks pura besar bernama Wat Po, keduanya bisa dicapai lewat jalan darat (naik BTS lalu sambung tuktuk atau taksi), lalu menyeberangi sungai Chao Phraya dengan perahu umum. Hati-hati dengan modus operandi pengemudi tuktuk terhadap turis yang suka mengatakan bahwa kuil dan istana itu sedang tutup selama satu jam, sehingga kita terpaksa menerima tawarannya berkeliling ke toko-toko yang meberinya komisi. Kalau memang sudah punya tujuan, langsung saja datangi tempatnya. Anda akan melihat sendiri apakah benar tempat itu tutup atau tidak.

Untuk berbelanja, Chatuchak menawarkan segala macam, mual dari pakaian, aksesori, kedai makanan minuman, hingga tanaman dan hewan piaraan pun ada. Pasar yang Cuma buka tiap Sabtu dan Minggu ini luasnya minta ampun, dan toko-tokonya disusun dalam gang-gang sempit. Jika liburan anda di bangkok tidak pada akhir pekan, belanja pakaian dan aksesoris bisa dilakukan di Platinum Fashion Mall, di area Pratunam. Harganya memagn tidak semurah Chatuchak, tapi tempatnya pun  lebih nyaman, di dalam gedung ber-AC, dan buka seiap hari. Sedangkan untuk ‘studi banding mall’ pergi saja naik BTS menuju Siam Square, tempat berkumpulnya shopping mall seperti Siam Paragon dan Siam Discovery.

Hiburan lain yang sedikit lebih mengeluarkan biaya-tapi sangat saya sarankan-adalah menonton Siam Niramit di Thailand Cultural Center Station. Pertunjukkan ini mengisahkan sejarah dan kebudayaan Thailand dengan artistik dan emngagumkan dari segi panggung, kostum, properti, dan tarian. Tiket bisa dibeli lewat website mereka dengan harga 1500 THB, tapi juga tersedia di agen-agen wisata lokal dengan harga lebih murah. Saya bahkan mendapatkan tiket seharga 900 THB atau sekitar Rp. 270.000. lumayan kan selisihnya.

Lalu, apa lagi yang terkenal di Thailand selain pad thai, tom yum, dan lady boys? Cabang olahraga muay thai tentunya. Arena terbesar  untuk pertandingan muay thai adalah Lumpini Stadium. Namun karean jadwal yang kurang cocok, saya menonton di stadion kedua terbesar. Ratchadamnoen. Akses ke sana paling gampang naik taksi, dan tiket menonton 2.000 THB jika beli di loket, tapi bisa Cuma 1.700 THB jika beli pada orang semacam calo. Ini adala htiket termahal dan turis biasanya menonton di kelas VIP ini. Di kelas-keals yang lebih murah saya lihat penonton lebih heboh karena biasanya mereka berjudi atas pertandingan-pertandingan yang berlangsung. Seru banget suasananya, dan semakin seru karena saya menonton di baris paling depan, dekat sekali dengan petinju-petinju yang jatuh bangun itu.

Pulau Phuket di bagian barat Thailand ini menawarkan sejumlah pantai yang asyik untuk bersantai. Salah satunya adalah Pantai Patong. Suasana sekitarnya mirip Legian atau Kuta di Bali, hanya jalananya lebih lebar dan bersih. Harga-harga barang dan jasa di sini sedikit lebih mahal daripada di Bangkok. Kedai makanan, hotel, dan temapt pijat ktia tinggal pilih. Ohya, pijat ala Thai adalah pijat paling favorit saya. Anggota badan ktia ditarik, ditekuk dilipat, bahkan pemijatnya kadang menggunakan kaki, tapi hasilnya menyegarkan! Memang sih yang namanya pijat bis berbeda-beda efeknya buat tiap orang, tapi tak ada salahnya mencoba, toh tarifnya pun hanya sekitar 300 THB per jam.

Dari Phuket, berbagai tour operator mengadaka ntrip harian atau menginap di pulau-pulau sekitarnya. Yang pasti pernah anda dengan adalah Pulau Phi Phi. Trip harian ke beberapa pulau sekaligus bisa bertarif Rp. 500. 000 per orang. Pemandangan sekitar pulau-pulau itu memang cantik, tapi mungkin kurang cocok bagi and yang suka berlama-lama di pantai sepi. Sudah banyak sekali turis datang ke sini, dan island hopping dala msehari berarti kita Cuma punya waktu maksimal 2 jam di satu pulau.

Thailand juga memiliki banyak destinasi lain yang tidak kalah serunya. Sebut saja Ayutthaya, bekas ibukota kerajaan yang terletak tidak jauh dari Bangkok. Hanya menempuh waktu 2 jam perjalanan, anda akan tiba di komplek reruntuhan kota tua yang masih menyimpan keanggunannya. Jika anda menyukai kawasan pegunungan dan ingin mengenal lebih jauh kehidupan  dan kebudayaan Lanna, Chiang Mai dan Chiang Rai di utara Thailand dapat anda tuju.

China

Hongkong-Macau-Shenzen-Guangzhao

Hongkong memang bukan negara yang mruah jika dibandingkan beberapa tujuan wisata di atas, tapi tetap ada cara untuk menekan pengeluaran selama berpergian di sana. Misalnya, memilih penginapan di daerah kowloon, yang punya rate lebi hmurah dibandingkan di Pulau Hongkong sendiri. Kowloon adalah bagian dari Hong Kong yang menyambung dengan daratan China. Untuk masuk ke Hong Kong, kita tidak perlu visa jika hanya menetap disana kurang dari 30 hari. Jadi, gamapang ‘ kan?

Salah satu penginapan yang pernah saya tempati di sana adalah Bridal Tea House. Hotel di Hung Hom, Kowloon. Dari hotel saya hanya perlu berjalan 10-15 menit ke stasiun MTR (sama dengan MRT di Singapura) yang merangkap terminal bus. Tanah di Hong Kong mahal sekali, maka kamar hotel pun cenderung sempit jika dibandingkan harga yang kita bayar. Lucunya, walaupun Hong Kong ini negara maju, agak jarang saya menemukan internet atau wifi gratis di mana-aman.

Sightseeing belum afdol kalau tidak ke Avenue of Stars, Kowloon. Di sana kita bisa memandang pencakar langit di Central, Hong Kong Island, dari seberang pelabuhan. Lalu berjalan sepanjang Avenue yang berberapa petak ubinya dinamai bintang-bintang Hong Kong (itulah mengapa area ini dinamakan Avenue of Stars). Yang juga sayang untuk dilewatkan adalah Victoria Peak. Untuk menuju kesana tersedia trem abad 19 yang menanjak bukit securam 45 derajat. Walaupun agak mahal, HK$60 pulang pergi, sensasi pengalamannya seru, lho! Selain itu juga ada pilihan naik bus. Dari Sky Terrace yang berada di atas gedung Victoria Peak kita bisa melihat kota Hong Kong tampak atas, dan jika sedang musim dingin, hampir membeku rasanya di atas sana. Yang juga tidak kalah seru adalah Disneyland Hong Kong denga nsegala atraksinya yang menarik, walaupun anda harus merogoh kantung sedikit lebih dalam.

Kurang lengkap kalau liburan di Hongkong tapi tidak berbelanja. Tempat berbelanja yang murah misalnya di Ladies Market, Mongkok. Bukan Cuma keperluan wanita yang tersedia di sini, tapi buat semua orang. Mulai dari penrak-pernik suvernir, sepatu boots, pakaian, sampai jasa pijat. Pasar tenda yang buka dari siang hingga tengah malam ini menempati beberap ruas jalan Tung Choi, dan bisa diakses naik MTR ataupun bus. Jika belum puas berbelanja di sini, and bisa juga ke jalan-jalan kecil di seputar Nathan Road, Temple Street, atau ke Stanley market di pulau Hongkong.

Kota hiburan Macau bisa diakses denga nferi selama 1 jam penyeberangan dari Hong Kong. Tiketnya sekitar Rp.200.000 untuk kelas ekonomi deng nkodisi feri yang jauh lebih baik dibandingkan di Indonesia. Hostel di Macau cenderung penuh. Untungnya, saya masih kebagian satu kamar ketika sampai di Sanva Hospedaria di jalan Felicidade. Komunikasi sangat sulit dengan penjaga hostel yang tidak berbahasa Inggris dan kruang sabar melayani. Untung saja ada tamu dari Shanghai yang membantu menjadi penerjemah dadakan Fuih!

Kota mantan koloni Portugis ini mewarisi gedung-gedung ala Eropa kuno yang cantik dan terawat. Beberapa objek yang tak boleh dilewatkan adalah reruntuhan Greja St. Paul, Museum de Macau, Chatedral Square, dan makan eggtart yang lezat di antara toko-toko suvernir dan makanan di Senado Square. Dari Senado Square menuju ke Taipa kita bisa naik bus kota tau shuttle bus Venetian Macau melewati  jembatan panjang yang menyambungkan Pulau Taipa atau Coloane dengan Macau Peninsula. Jika penasaran dengan gondola di Venesia, mungkin anda bisa mencoba gondola ala Macau di sini. Kalau tidak, window shopping, memburu barang sale, dan makan di foodcourtnya pun bisa .asal jangan iseng berjudi dan keterusan bisa berbahaya buat kantong

Dua kota yang sering menjadi tujuan tambahan dengan pertimbangan jarak yang dekat dari Hong Kong adalah Shenzhen dan Guangzhou. Tinggal naik kereta selama 2 jam, sampailah saya di Guangzhou East Railway Stasion. Dua hari kemudian saya lanjut ke Shenzhen dengan naik kereta api Cuma 1 jam. Berbeda dengan Hong Kong dan Macau, kunjungan ke dua kota ini membutuhkan visa yang dapat diperoleh di Jakarta.

Suasana yang saya dapati di stasiun kereta Guangzhou cukup sesuai dengan citra Cina yang sering saya dengar: jorok. Namun selain di stasiun dan WC umum, saya tidak menemukan kejorokan lain. Hotel Shanshui Trends yang berada pas di sebelah pintu keluar stasiun kondisinya bersih  da nsaya cukup merasa nyaman menginap di situ dua malam. Untuk harga kamar Rp. 375.000 per malam, not bad. Apalagi lokasinya super dekat dari stasiun metro (kereta bawah tanah) membuat transportasi ke mana-mana jadi mudah. Pengalaman di Shenzhen tidak semenyenangkan di Guangzhou. Saya kruang teliti ketika memesan kamar di hotel City Inn Baoan. Karean girang melihat harga yang cukup murah, USD 25 per malam , saya tak menyadari bahwa Baoan terletak di pinggir kota dan jauh dari pusat keramaian.

Banyak yang bilang bahwa Guangzhou hanya kota untuk belanja. Seharian penuh saya mondar-mandir antara Beijing Lu, Xa Jiu Lu, dan pertokoan di terminal Metro Gongyuanqian. Saat itu sedang pergantian musim, dari musim dingin ke musim semi, jadi banyak sekali sale dimana-mana. Namun pengalman yang paling berkesan justru saat saya iseng pagi-pagi ikut taichi bersama ibu-ibu di Peoples’s Park. Ibu-ibu itu Cuma senyum-senyum melihat saya mengikuti gerakan mereka, mungkin dipikirnya aneh ada orang asing yang ikut nimbrung.

Di Shenzhen, tujuan utama sya bukan berbelanja produk KW, melainakn menonton The Dragon and The Phoenix Show di China Folk Culture villages. Pertunjukkan tentang budaya da nsejarah Cina ini kolosal, berteknologi canggih, meriah dengan kostum tembakan laser, serta gerombolan kuda da nkambing yang ikut berlarian di panggung sebagai bagian dari cerita! Tehme park ini juga memperkenalkan budaya Cina dalam bentuk lain, seperti rupa-rupa rumah adat dari berbagai daerah, serta berfoto mengenakan pakaian tradisional. Lokasinya bisa dicapai naik Metro atau bus. Tiket masuk RMB 120 atau sekitar Rp.160.000 da nsebaiknya and ke sana mulai dari pagi hingga malam agar sempat melihat semua.

Jika ingin hiburan gratis, kita bisa ke Shenzhen Museum di Futian District Museum ini merupakan sejarah Cina sejak berabad-abad yang lalu, patung-patung dewa-dewi, budaya tradsional, hingga perkembangan perekonomian di era modern. Lalu nikmati panorama asri di Lizhi Park, tak jauh dari museum. Bangku-bangku taman tersedia untuk  bersantai dan people-watching. Berjalan di trotoar sekeliling kota Shenzhen pun menajdi momen menyenangkan karena saat itu hawanya sejuk dan suasana terjaga bersih dan teratur.

Transportasi

Mengeksplor negara-negar Asia mulai dari Singapura, malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam sampai Cina saat ini sangat mudah karena semuanya terkoneksi dengan baik oleh berbagai maskapai penerbangan. Maskapai penerbangan budget seperti AirAsia dan Tiger Airways pun dengan aktif selalu megeluarkan promo menarik yang membuat anda ingin mengeksplorasi lebih jauh destinasi-destinasi menarik di berbagai sisi Asia. Hampir semua negara memiliki bis dalam dan antar kota, taksi, dan kereta. Namun ada beberapa karakteristik transportasi umum di negara-negara berikut yang penting untuk anda ketahui.

Singapura

Singapura adalah negara deng nsistem transportasi paling aman dan nyaman di Asia. Mass Rapid Transportation (MRT) mengantar komuter ke hampir setiap sudut kota, termasuk ke bandara dengan jadwal yang tepat. Demikian pula dengan rangkaian bis, dan armada taksi yang mudah ditemukan dan terjamin keamanannya. Khusus untuk turis, Singapura menyediakan SBS Transit, SMRT Busses dan SMRT Trans hanay dengan SGD 8 per hari. Dari Singapur, anda juga dapat langsung menyambangi negara tetangga seperti Malaysia dan Tahiland jalur kereta dari Woodland menuju Johor Baru, berangkat tiap hari pukul 08.57 wkatu setempat . ada pula jalur bus malam Singapura-Bangkok melewati Johor Baru-Kuala Lumpur. Hatyai Bangkok. Pulau Batam di Indonesia juga dapat dicapai menggunakan kapal laut dari Fery Terminal dengan frekuensi pemberangkatan sekitar satu jam sekali.

Bangkok (Thailand)

Bangkok adalah salah satu kota yang memiliki semua alat transportasi, mulai dari bus hingga transportasi sungai. Sama halnya kamboja tukt tuk juga digunaka nsebagai transportasi utama. Transportasi air terdapat di sungani Chao Phraya (Chao Phraya Express) di kota Bangkok. Bis dalam dan antar kota (termasuk min bus) menawarkan berbagai varian harga bagi traveler maupun backpacker. Bankgok Metro (MRT), bangkok skytrain (BTS) juga tersedia, termasuk Monorail yang ada di Pattaya. Stasiun kereta Api Bangko juga dapat membawa anda ke kawasan lain seperti ayuthaya dan Chiang Mai dengan harga tiket yang murah dan pengalaman yang menarik. Untuk menyambangi malaysia bisa menggunakan SRT (State Railways of Thailand) dari Hat Yai yang berangkat tiap hari mulai pukurl 14.18 sampai 18.05

Kuala Lumpur (Malaysia)

Transportasi utama di Kula Lumpur adalah RapidKL Bus. Selain ada pula RapidKL Rail (termasuk di dalamnya Kelan Jaya Line) dan KL Monorail. Dua stasiun bus besr di Puduraraya dan KLCC akan membawa nad ke berbagai destinasi penting Malaysia lainnya seperti Genting dan Penang dengan tarif mulai dari RM 8 hingga RM 25. berhati-hatilah dala memilih taksi di Kuala Lumpur karean pengemudinya terkenal suka memasang harga sesuka hati.

Phnom Penh (Kamboja)

Negara itu terkenal dengan tranportasi umum tuk tuk atau becak motor. Selain MRT terdapat pula Sky Train yang memotret keindahan Phom Penh dari atas. Anda juga bisa menggunakan jasa perjalanan untuk mengeksplor tiap sudut keindahan Kamboja ,

Namun  berhati-hatilah ketika menggunakan transportasi umum karena banyaknya preman (gangster) yang membawa senjata api.

Hanoi (Vietnam)

Vietnam bisa disebut negeri sepeda motor, jangan kaget bila populasi motor hampir sama banyaknya dengan populasi manusia. Selain taksi, sepeda motor juga dijadikan transportasi utama, seperti di Indonesia, sebut saja ‘ojek’ transportasi umum di Hanoi bisa dibilang kurang menyenangkan. Selain ojek yang jalanya ugal-ugalan, taksi di Hanoi juga seringkali curang kecuali yang dipesan langsung dari hotel. Vietnam memiliki transportasi darat antar negara yakni menuju RRC yaitu dari Hnoi-Nanning (tiap hari pukul 21.40 waktu setempat). Selain itu ada pula bis langsung dari Ho Chi Minh ke phom Penh (Kamboja) dari berbagai agen.

China

Cina sebagai salah satu negara daratan terluas memiliki koneksi jalur kereta kedua terbesar di dunia. 80 persen daerah di Cina dihubungkan denga njalur kereta. Adanya high speed  rail menghubungkan  dalam dan antar kota dengan mudah dan nyaman. MRT (modern Metro) hanay terdapat di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Anda juga pasti mengenal Trans-Siberian., sebuah kereta antarnegara yang melintasi Beijing, Rusia, dan Mongolia.

Hong Kong menyediakan ragam pilihan tranportasi umum yang nyaman, mulai dari subway, trem bertingkat hingga bus. Kota ini memilik fasilitas Octopus Card, sebuah alat transasksi  pembayara elektronik yang dapat digunakan untuk transportasi umum (termasuk ferry) serta alat pembayaran untuk tempat parkir, seupermarket, restoran, dan lain-lain. Hong Kong Transport Department (HKTD) juga memiliki green dan red minibus yang melayani rute dalam dan antar kota.

Bus dan taxi adalah sarana transportasi utama di Macau. Selain itu terdapat juga trishaw, yaitu rickshaw (becak) dengan penumpang duduk di bangku belakang. Terdapat Macau Light Transit System, juga  kereta api lagnsung dari dan menuju Guangzhou. Anda dapat menyembangi Hong Kong langsung dengan ferry. Fasilitas bus gratis yang diberikan oleh berbagai intergrated resort juga dapat anda gunakan untuk mengunjungi berbagai destinasi menarik yang ada di kota ini.

Akomodasi

Sebagai  budget traveler, anda pastinya tidak ingin keluar terlalu banyak uang untuk

tempat menginap. Pilihan pertama  tentu saja hostel. Penginapan ala backpacker ini banyak ditemukan di tiap daerah, terutama pusat kota atau tempat wisata. Menawarkan fasilitas cukup nyaman dengan harga terjangkau. Di hostels anda juga bisa menemukan banyak traveler, terutama backpacker, dari seluruh dunia. Beberap situs yang kami rekomendasikan adalah www.hostels.com dan www.hostelworld.com

selain hostel, pilihan deuda adalah memanfaatkan tali pertemanan. Akan sangat menguntungkan jika anda memiliki kenalan di kota yang dituju. Selain memudahakan akses informasi. Anda bisa menghemat biaya utnuk menginap dan memiliki pemandu pribadi yang akan menunjukan berbagai sisi menarik destinasi tujuan anda.

Ingin memiliki host tapi tidak punya teman di negara bersangkutan? Coba piliha tiga situs pertemanan beriktu ini yang akan menghubungkan anda dengan para traveler dunia! CouchSurfing (www.couchsurfing.org) adalah jaringan internasional bersifat non-profit yang menghubungkan traveler dengan warga lokal di lebih dari 230 negara di seluruh dunia. Couch Surfing berfokus pada hosting dan surfing (tinggal dengan warga negara di rumahnya). Selain menambah pengalaman, anda juga mendapat pelajaran langsung mengenai budaya setempat dengan tinggal langsung di rumah warga lokal.

Travelers for Travelers (www.travelerfortravelers.com) adalah sebuah komunitas traveler yang ingin berpergian dengan budget  minim sambil mendapatkan pengalaman belajar budaya langsung dengan orang lokal. Selain bisa traveling bersama, anda bisa meminta mereka untuk menjadi host dengan bertukar sesuatu sebagai imbalannya.

Hospitality Club(www.hostpitalityclub.org) memiliki esensi berupa mengumpulkan para traveler dari berbagai negara untuk mengunjungi sebuah neagara. Dengan begitu, anda bisa bersama-sama merasakan kebudayaan lokal serta memberi kesempatan pada masyarakat lokal untuk bertemu dengan travelers dari berbagai negara dan latar belakang budaya yang berbeda.

Kuliner

Traveling tak lengkap bila tidak mencicipi kuliner khas masing-masing daerah. Berbagai cita rasa dari masakan dapat anda cicipi untuk merasakan langsung rempah da nbudaya yang ada di negara tersebut.  maskan di negara kamboja walaupun mirip dengan masakan Thailand dan Vietnam, sajain kuliner khas yang dipengaruhi oleh masakan Cina seperti kwetiaw dan berbagai masakan berbumbu kari di negara ini wajib anda cicipi. Di Thailand, and juga kan menjumpai beragam makanan berbumbu kari yang digabungkan degan rasa manis, asam, jug peda. Singapura terkenal dengan berbagai hawker Centre, tempat bekumpulnya penjaja kaki lima yang menyajikan ragam kuliner khas peranakan. Masakan disini tak berbeda jauh dengan malaysia, dengan roti prata dan nasi lemak sebagai favoritnya. Sementara itu di Cina anda dapat mencicipi ragam kuliner khas berbagai daerah yang berbeda satu sama lain. Misalnya saja masakan khas  Peking yang lembut dengan bumbu meresap ke dalam, masakan Hunan dari Cina Tengah yang menghadirkan sajian asam manis, masakan Szechuan dengan citarasa pedas menggigit atau masakan kanton dengan aneka ragam masakan tumis yang akrab dengan lidah anda. Jika anda memiliki pantangan atau alergi terhadap makanan tertentu ada baiknya jika anda membawa packed food dari Indonesia yang sesuai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

This entry was posted in Destination and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s